Sunday, 22 June 2014

Izinkan aku membawa diri ~

Bismillahirrahmanirrahim ,
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang .

Alhamdulillah , masih diberi kesempatan untuk melihat dunia ,
yang paling penting diberi kesempatan memperbaiki diri . Alhamdulillah .

Ya Allah , rasa makin jauh , terlalu leka dengan habuan dunia ,
sampai rasa susah nak istiqamah dengan apa yang selalu buat . Allah .
Mana pegi iman kalau kita sering lalai dengan Pencipta?
Allah . Allah . Allah .

Rindu sahabat-sahabat usrah yang sering bangun bersama-sama
demi mencari agama-Nya , ingat-mengingatkan sesama kami . Tapi bila bersendirian?
Mengapa wahai diri , megapa? T___T

Saya tersentak bila baca karya Hilal Asyraf pasal Iman Yang Mandul .
Bagaimana Iman yang mandul itu ? Okay , meh saya share sikit~

Iman yang mandul adalah iman yang tidak dapat melahirkan amal . Iman yang mandul
adalah apabila kita merasakan bahawa kita sudah cukup kuat ,
keimanan kita sudah cukup ampuh , kita menyatakan bahawa kita yakin bahawa
perjuangan Rasulullah SAW itu benar .

Tetapi ......... kita tidak dapat aplikasikan Islam secara benar dalam kehidupan.
Itulah dia keimanan yang mandul .

Kita percaya Allah akan mengira amal kita , tetapi kita tidak mampu menjaga
diri kita dari dosa apabila berseorangan (kadang-kadang , apabila kita berseorangan
pun tersungkur juga) . Kita percaya perjuangan Rasulullah SAW itu benar , tetapi kita tidak pun mengangkat Baginda dalam kehidupan kita . Kita tahu , apa yang ada di dalam
al-Quran itu benar tetapi kita tidak mampu mengerahkan
diri kita untuk beramal dengannya.

Itulah dia kemandulan iman . Kita percaya, sekadar percaya sahaja tetapi
tidak mampu menunjukkan hasil kepada kepercayaan kita itu .

Sebahagian kita mungkin mengikut usrah , menjalani ibadah tarbiah ,
tahu jargon-jargon dakwah , tetapi kita tidak mampu berdiri dengan kefahaman kita dan
menterjemahkan dalam bentuk amal dalam kehidupan kita . Itulah keimanan yang mandul sebenarnya .

Apabila mempunyai teman seperjuangan di sisi , atau hidup dalam suasana
tarbawi (mendidik) , kita rasa kita kuat , kita rasa kita bagus ,
kita rasa kita sudah mempunyai iman yang mantap . Tetapi ............
apabila bersendirian , kita tidak mampu berbuat apa-apa . Apabila Allah uji
kita untuk berada di suatu tanah yang asing , tiada rakan seperjuangan , tiada usrah ,
tiada suasana tarbawi , kita pun terkedu dan terkejut serta tidak mampu
melakukan apa-apa. Sedikit pun kekuatan kita ketika dalam suasana tarbawi ,
dengan rakan-rakan sefikrah ,tidak muncul ketika bersendirian.

Ketika itulah baru kita mampu melihat sebenarnya , setakat mana iman kita .
Apakah iman kita iman yang subur , 
atau iman yang mandul ?

Allahu Rabbi . Sungguh keimanan itu adalah perkara yang memerlukan bukti .
Jika bukti kepada kesuburan pokok adalah buahnya ,
maka buah kepada iman adalah amal . Dan ia hanya terbukti selepas diuji .

Apakah manusia menyangka bahawa
 mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata : 
" Kami beriman ," sedangkan mereka belum diuji
 (bagi membuktikan keimanan mereka) ?
 |Al-Ankabut 29:2|

Allah . D E E P . Rasa terkena kat batang hidung sendiri . Sungguh saya 
malu dengan Allah . Selalu rasa nak tengok sahabat-sahabat bahagia ,
sering contact mereka , tapi pada Pencipta kita bagaimana?
Ya Allah . Saya rasa sangat prejudis .

Semoga ada manfaat bersama .
Meh le kita sama-sama memperbaiki diri ,
lagi-lagi Ramadhan kareem semakin menghampiri .
Ya Allah , semoga dalam bulan yang barakah ini , kami semua dapat
mentarbiyah diri untuk menjadi mukmin yang cemerlang bukan sahaja didunia
tetapi di akhirat sana . Ameen ya Allah .

(Hati kita Allah yang pegang , moga Dia tetapkan hati kita daripada dibolak-balikkan)

p/s : Benar sahabat saya berkata,jaga diri memang senang,Tapi jaga hati memang payah .

Moga Allah redha . Wallahu'alam .